(Misc.) Meet My Old Fetish

02.27 Indanavetta 0 Comments


Warning : Tulisan ini penuh dengan cita rasa delusional! Dilarang komen delusional, karena penulis juga sudah tahu ;p

Hari ini hari Minggu, hari libur, saat-saat untuk bersantai dan mengisi ulang batere untuk menghadapi kehidupan seminggu ke depan. Dan pagi ini, hidup gue diawali dengan menyetel lagu-lagu 'lama' dan berkaraoke bersama dengan adik. Tak perlu lah ya gue jelaskan betapa indahnya suara kami atau tarian erotis yang kami lakukan (well, kesurupan lebih tepatnya). Hal yang kemudian membuat isi otak gue langsung meledak dengan ide yang ingin gue tulis untuk hari ini.



Di tahun 2003-2007 mungkin puncak dari pembentukan selera musik gue yang sedang keren-kerennya. Di jaman itu, musik yang sedang hip adalah genre emo rock, genre musik yang kalau didengar sepintas mirip orang yang nyanyi teriak marah-marah, liriknya juga banyak mengungkapkan amarah. Walau tidak sekeras genre metal, tapi di jaman ini banyak melahirkan generasi emo, dengan potongan rambut poni yang menutupi wajah. Ya, potongan rambut alay dan boyband jaman sekarang, di jaman dulu adalah identitas anak-anak emo, yang juga mengenakan kuteks hitam dan berpakaian serba hitam dan tengkorak (dan beginilah jaman remaja gue dihabiskan. Alay emang).

Tapi di tulisan ini, gue bukan mau membahas soal musik emo, hanya sebagai intermezzo saja. Gue mau membahas kesukaan lain yang mengikuti genre musik favorit gue dulu : ngefans terhadap gitaris band. Yeah, gue memang punya kegemaran yang aneh, atau sebut saja fetish yang aneh. Tiap kali menggemari sebuah band emo yang lagi 'hip', mata gue akan jelalatan memperhatikan anggota band yang terlihat 'keren' di mata gue, khas wanita secara mainstream. Dan mereka akan gue jabarkan satu-satu....

1. Billy Martin - Good Charlotte



Oh ya, sebagai pembuka sebenernya gue suka sekali sama Linkin Park di awal-awal kejayaan, seperti Papercut dan In The End (sayang makin melempem), tapi di LP ga ada yang menarik mata, heheh. Anyway, GC adalah sebuah band punk rock beranggotakan 4 orang : si kembar Joel dan Benji Madden, Paul Thomas, dan trakhir..Billy Martin. Gue suka sejak album mereka The Young and Hopeless, yang merupakan salah satu album paling legendaris, menurut gue. Kemudian di tahun 2007 mereka mengeluarkan album The Chronicle of Life and Death dengan memasukkan unsur emo.

Kenapa gue suka Billy Martin? Secara fisik, dia itu cungkring. Mukanya juga nyeremin, malah lebih enak ngeliat Joel Madden. Gak tau juga kenapa gue pernah ngefans sama Billy, slain fakta dia jago gambar. Iya, gambar-gambarnya yang super gothic dulu jadi favorit gue. Sekarang dia udah nikah dan punya dua orang anak. But I still respect him as a great artist.

2. Billie Joe Amstrong - Green Day



Sebenernya, Green Day juga masuk di genre punk, bahkan jauuuh jauuuh sebelum mereka menelurkan album American Idiot yang jadi hits, gue sudah sering mendengarkan lagu-lagu mereka sejak kecil. Beranggotakan Tre (drummer), Mike (bass), dan Billie Joe Amstrong (gitar), Green Day sekarang dikenal karena lirik-lirik lagu mereka yang sarat dengan kritik politik. Dan alasan gue suka sama Billie Joe A. sepele : karena suaranya keren dengan tubuh yang terlihat 'mungil' di panggung. Dan satu hal, Billie Joe A. adalah penyebab gue jadi sangat suka sejarah Sid Vicious dan Nancy. Coba aja dengerin Jesus of Suburbia. Aneh memang, but it worked for me.

3. Frank Iero and Gerrad Way - My Chemical Romance



Gue emang lebay, tapi ketika MCR memutuskan untuk bubar beberapa waktu silam, gue nangis. Gue kemudian menghabiskan diri dengan mengurung diri di kamar kostan, menyetel album Three Cheers for Sweet Revenge, The Black Parade, sampai Danger Days : The True Lives of the Fabulous Killjoys kencang-kencang, berduka karena MCR adalah penyebab semua kegilaan akan genre emo ini. Sejak lagu Helena, kemudian Thank You For The Venom dan Ghost of You yang jadi favorit gue, lalu I Don't Love You yang jadi lagu galau sejuta umat. Dan banyak, banyaaaaaak sekali cerpen gue (dan masih banyak yang belum utuh ditulis) yang terinpirasi dari lagu-lagu mereka. Dengan beranggotakan Gerard Way di vokal, Ray Toro dan Frank Iero di gitar, dan si imut Mikey Way di bass (Bob dan Matt sudah keluar duluan), kekuatan mereka ada di vokal Gerrard yang memang melengking penuh emosi. Dan walo Ray jauh lebih punya skill, tapi gue slalu suka sama Frank yang main gitar kayak orang kesurupan. So long and goodbye, dear fellows.

4. Patrick Stump - Fall Out Boy



Lewat album From Under The Cork Tree, FOB menjadi terkenal jadi salah satu band yang membesarkan genre emo. Beranggotakan Pete Wentz, Patrick Stump, Joe Trohman, dan Andy Hurley, lagu-lagu mereka banyak meneriakkan soal patah hati. Lirik lagunya edan, semuanya ditulis oleh Pete Wentz, dan musiknya dibuat oleh Patrick. Duo P, not that P, if you know what I mean. Dan okay, Patrick memang bukan tipe gitaris yang gila memainkan alat musiknya. Kekuatannya ada di vokalnya yang kuat melengking, walau artikulasinya kurang jelas. Di mata gue Stump bagaikan kartu truf, seorang vokalis dengan penampilan ala geeky (mirip sama Rivers Cuomo dari Weezer). Sayangnya, mereka agak menurun di mata gue dengan keluarnya album Infinity on High dan Folie a Deux. Dan fakta bahwa nama Pete Wentz jauh lebih terkenal karena skandal percintaannya dibandingkan dengan FOB membuat gue sempet kecewa. Sampai kemudian mendengarkan lagu My Songs Know What You Did In The Dark, The Phoenix, dan Young Volcanoes, lagu terbaru dari album "Save Rock and Roll". Dude, you have to hear the whole album to agree with me, kini FOB kembali ke kualitas lama mereka. Lebih bahkan! Dan terasa begitu personal. And...man! Patrick Stump never been this good! Jadi kurus dan ganteng, fashionable, dengan kualitas suara yang semakin membaik. Welcome back, I love you Patrick!!!

5. Brendon Urie dan Ryan Ross - Panic! At The Disco



Album pertama mereka : A Fever You Can't Sweat Off adalah fenomena. Ditemukan oleh Pete Wentz lewat akun LiveJournal, dikontrak oleh perusahaan 'Fueled by Ramen' dan Decaydance Records (yupe, Gym Class Heroes, Fun., Paramore punya satu kesamaan ;p). Judul lagu-lagu di albumnya diambil dari line film Closer, lirik lagu yang ditulis Ryan terinspirasi dari album-album OST Nightmare Before Christmas dan Moulan Rouge (kalo gue ga salah inget ya). Sayang mereka cuma bertahan sampai album Pretty Odd lalu Ryan dan Jon Walker hengkang dan membentuk The Young Veins. Brandon masih di PATD sekarang. Dan buat gue sendiri, album Fever You Can't Sweat Off itu bagaikan style over substance, megah visualisasinya sedang Pretty Odd terasa begitu syahdu. And I missed Ryan-Brandon's bromance in stage.

6. Synyster Gates - Avenged Sevenfold



Akhirnya, kita pindah ke bagian utama dan terakhir. Tersebutlah nama sebuah band keren bernama Avenged Sevenfold, diisi dengan anak-anak muda penuh bakat : M. Shadow dengan kharisma dan teriakan melengkingnya, Zacky Vengeance yang dengan quirkynya main gitar dengan tangan kiri, Johnny Christ yang kalem dengan bassnya, (alm) The Rev di belakang drum, dan si ganteng Synyster Gates dengan skill gila. Kalau mau berdelusional, nama-nama yang gue sebutin di atas ibaratnya cowo-cowo yang gue taksir, tapi Syn itu cinta sejati gue. Sejak album Waking The Fallen sampai Nightmare, Sinister gak henti-hentinya membuai telinga gue dengan permainan gitarnya. Mau itu lagu yang keras sampai yang lembut, telinga gue bagaikan dapet sebuah eargasme berulang-ulang kali. Indah sekali. Dengan rahang persegi, tubuh jangkung besar, dengan jemari yang lentik memainkan gitar...cukup bikin kaki gue lemes. Sayang, berita pernikahannya cukup bikin gue patah hati, sampai saat ini.

Sekarang gue mungkin sudah lebih 'jinak', dan hati gue sudah tertambat untuk Fassy (dan Jared Leto, Bradley Cooper, Ryan Gosling, Alex Pettyfer, dkk..kadang-kadang), tapi nama-nama di atas selalu ada di memori gue. Terutama Syn, my dearest bad boy. And just FYI, gue nunggu berita lo cerai sih.
Bukannya ngedoain, FYI aja tapi.


------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tulisan ini adalah tulisan pertama gue untuk ajang #30HariMenulis tanggal 1 Juni 2013, sudah dipublikasikan terlebih dahulu di laman facebook.

0 komentar: