Saya Suka Telur Ayam, Kamu?

23.57 Indanavetta Putri 0 Comments



Betapa mengagumkannya telur ayam itu. Di dalam sebutir telur, ada sejuta manfaat yang terkandung di dalamnya. Dari sebutir telur ayam, ada sejuta kemungkinan yang bisa dieksplorasi kegunaannya. Untuk kecantikan kulit hingga urusan perut, selalu ada ruang bagi sebutir telur.
Saya tumbuh besar dengan telur ayam. Di kala Ibu saya saat itu sedang sibuk dengan pekerjaannya, beliau cukup menyimpan telur ayam dan sosis di dalam kulkas. Dari telur ini bisa saya ceplok, dadar, orak-arik, dan dimakan saat masih setengah matang. 

Bagian yang paling saya sukai adalah bagian kuningnya. Terutama saat ia belum terlalu matang, cairan berwarna kuning kental dengan rasa yang begitu kaya dan pekat adalah bagian terbaik dari sebutir telur. Apalagi ketika ia dimakan dengan taburan merica bubuk dan dicocol dengan roti. Sederhana, namun memabukkan.

Olahan telur yang mudah dan paling saya sukai adalah ketika ia dijadikan telur mata sapi. Atau dalam istilah orang bule, "sunny side up". Tukang nasi goreng di kampus pun sudah hapal dengan kesukaan saya ini. Sehingga ketika dari jarak 3m pun, ketika saya berteriak dan mengacungkan tangan, ia sudah mahfum, bahwa yang saya inginkan adalah seporsi nasi goreng tak pedas, tanpa kecap dan kerupuk, dengan telur mata sapi setengah matang. Hanya sepuluh ribu rupiah namun membuat lidah saya menggelenyar.

Makan siang rutin saya, yang sudah terlalu malas untuk berjalan kaki mencari alternatif lain, adalah makanan dari warteg. Walau murah namun enak dan membuat selera makan memuncak. Menunya pun sangat sederhana, hanya setengah porsi nasi dengan tumis jamur plus telur dadar. Telur dadar dari warteg ini istimewa, ukurannya besar karena sudah dicampur dengan sayuran dan tepung, namun dikocok dengan merata sehingga tak terasa rasa tepung dan juga ringan dan berongga. Nikmat sekali.

Sesungguhnya saya pun tak tahu mengapa tiba-tiba saya ingin menulis tentang telur. Mungkin karena saya sudah terlalu lama tidak menyetor tulisan untuk #30HariMenulis ini. Atau mungkin karena saya tiba-tiba ingin melipir ke kafe untuk memesan 2 butir telur setengah matang karena cuaca yang sedang dingin ini. Kalau kamu, apa olahan telur kesukaanmu?

note : ini adalah setoran hari kelima dari #30HariMenulis, sebuah ajang menulis selama 30 hari di bulan Juni yang diadakan oleh teman-teman dunia maya saya di laman facebook. Dan ya, saya sudah hutang 6 tulisan :).


0 komentar: