[Misc.] My Tom Hanks's Era

23.12 Indanavetta Putri 0 Comments


Ga tahu ya harus mulai nulis darimana. Ceritanya gue baru selesai screening Captain Phillips dan semestinya gue harus lebih aware sama deadline review dibandingkan dengan nulis soal ini. Well, I finally met with my favorite movie blogger : Candra Aditya (@candra_aditya) dan kenalan sama Shandy (@shandygasella). We ended up with nongkrong ngobrolin soal film dan...ehm, sudahlah, gak penting dibahas. Cukup gue, Candra, Shandy, sama Tuhan yang tahu. Hahaha.

Dan tentu saja film jadi bahan obrolan paling pas buat kita bertiga. Sampai kita kemudian membicarakan soal akting Tom Hanks di Captain Phillips barusan dan suddenly the idea hits me. You know, kayaknya gue pernah deh cerita kalo film yang membuat gue jadi bener-bener jatuh cinta sama 'kekuatan' film itu adalah Forrest Gump (1993). Dan gue ini kalo menyukai sesuatu, biasanya sistematis. Ada pada masanya gue mempunyai era-era tertentu dalam hidup gue. Misal nih kalau lagi suka sama musik, gue cenderung mendengarkan keseluruhan lagu dari si musisi sampai gue bosen. Misalnya kayak sekarang tuh gue lagi masuk ke Era Radiohead. Pernah ada Era Muse, Era My Chemical Romance, Era Coldplay, sampai ke Era Backstreet Boys...Dan itu juga berlaku untuk film. Ketika gue sudah 'naksir' sama, sebut saja gaya penyutradaraan sampai ke aktor tertentu, gue biasanya akan ngebut untuk nonton semua filmnya.

Cakep, in his own way. *apeeu* 
Dan tentu saja gue mengalami Era Tom Hanks. Jaman 2 SMA, ketika gue pertama kali nonton Forrest Gump itu. Darisana gue pertama kali berkenalan sama IMDb, untuk kemudian ngejar filmografi beliau. Untung saat itu rental film masih ada, dan stok film Hanks lumayan banyak yang gue tonton. Gue ngerasa (sok) keren aja gitu, disaat anak-anak seusia gue ngefansnya sama Irwansyah atau Chad Michael Murray, gue malah ngefans sama Tom Hanks (Well, usaha gue untuk jadi sok snob gini sih kemudian disambut celaan dari adek gue, “Lo bukan snob, emang elo aja yang doyan Oom-oom.”)

Kalau ada yang nanya, “Kenapa sih emangnya bisa sampe suka sama Tom Hanks?” beberapa tahun lalu (dan sekarang), gue akan menjawab dengan bahasa lugas bahwa : Hanks adalah salah satu aktor yang selalu dan selalu bisa menambahkan sisi dramatis dengan humanitas yang begitu kuat di karakternya. Nyaris, di setiap filmnya, lo gak akan gak suka melihatnya. Sosok yang selalu dependable, teguh, dan berdikari (halah...) namun selalu ada ciri khas perbedaan di setiap filmnya. Dari senyumnya aja sudah heartwarming. Hanks tuh...kayak sosok seorang bokap yang bijaksana, dengan senyumnya yang seolah ingin membuat kita yakin bahwa everything is gonna be okay.

Dan gue ga bakalan ngebahas soal asal-usul, hasil karya, ataupun kisah cinta dan kehidupan beliau. Google diciptakan buat itu, jadi jangan males. Lagian siapapun yang baca blog gue sudah pasti adalah pecinta film, jadi kejadian masa SMA ketika status kenormalan gue dipertanyakan gak bakalan keulang. So, without any hesitation....I'll give you the list of my most favorite movie from the Era of Tom Hanks!!!!!!!!!


  1. Forrest Gump (1993)
Seperti yang sudah gue sebutkan, Forrest Gump layaknya cinta pada pandangan pertama gue sama film. Hanks memerankan tokoh sentral Forrest Gump yang memiliki kecerdasan di bawah rata-rata, namun dengan keberuntungan (dan tekad) di atas manusia normal. Karakter Gump yang lugu dan komikal plus alur filmnya yang ringan dan menghangatkan hati, plus dengan banyak selipan kritik sosial dan juga ikon-ikon pop cultures (Kayak Elvis Presley, John Lennon, sampai bumper sticker dan emot Smile) praktis membuat gue jatuh cinta. Dan gue gak pernah bisa menahan air mata di adegan terakhir, yang menurut gue justru adalah bagian paling pamungkas dari film ini. Dan walaupun sekarang gue berpikir seharusnya Tim Robbins yang menang Oscar via Shawshank Redemption, tapi penampilan Hanks disini adalah awal dari segalanya. Lebay? Emang.
Fave Quotes : “Life is like a box of chocolates. You'll never know what you gonna get.”


  1. Philadelphia (1993)
Oscar biasanya selalu memberikan porsi nominasi untuk peran penderita penyakit parah atau cacat permanen. Andrew Beckett, seorang pengacara yang dipecat karena mengidap HIV/AIDS berhasil mengantarkan piala Oscar pertama bagi Hanks. Dan gue sangat suka dengan karakter Andrew, sebuah akting kelas tinggi yang tidak membuat kita memandang Beckett sebagai orang yang sebentar lagi akan mati. Dengan perjuangan dan semangat tinggi menuntut keadilan, walaupun dicibir oleh lingkungan karena menjadi seorang gay, Philadeplhia menjadi film yang sangat menyentuh. Chamistry dengan Denzel Washington pun juara!
Fave Quotes : “Sir, wouldn't you be more comfortable in a study room?” - “No. Would it make you more comfortable?”


  1. Big (1988)
Ini Hanks dimasa-masa awal karirnya, berperan sebagai Josh, seorang anak yang terjebak dalam tubuh pria dewasa dan hidupnya harus menyeimbangkan antara keinginan lingkungan yang mengharapkannya menjadi 'dewasa' sekaligus 'anak-anak' di dalam dirinya. This one is so hilarious yet heartwarming. Suka banget sama yang satu ini.
Fave Quotes : “Got it, got it, need it, got it...”


  1. Toy Story Trilogy (1998 – 2010)
Hanks meminjamkan suaranya yang renyah dan menyenangkan dalam animasi Pixar terbaik sepanjang masa : Toy Story trilogy. Berperan sebagai Woody, boneka koboi dengan sifatnya yang agak usil namun sekaligus sebagai pemimpin kawanan mainan di kamar Andy yang selalu bisa diandalkan di setiap suasana. Dan yep, Woody adalah karakter favorit gue dari trilogy ini. Suka aja dengan pendekatan Hanks buat karakternya, yang kerasa blend antara being 'childish' dan “kebapakan'.
Fave Quotes : “Run like a wind, bullseye!”


  1. Sleepless In Seattle (1993)
Sam Baldwin dan anaknya Jonah harus pindah dari Chicago ke Seattle setelah istri dan ibu mereka meninggal. Dalam suatu kesempatan, Sam kemudian curhat di sebuah acara radio dan didengar oleh Annie Reed, seorang wanita yang hopeless romantic dan sangat terinspirasi dengan film romantis 'An Affair To Remember' yang secara aneh sekaligus ajaib malah jatuh cinta pada kisah Sam. Oke, chemistry Hanks – Ryan disini super unyu, filmnya unyu dan manis. Mau minta apalagi coba? *gigit bantal*
Fave Quotes : “A movie! That's your problem! You don't want to be in love. You want to be in love in a movie.


  1. Cast Away (2000)
Kekuatan seorang aktor terlihat dari cara dia bereksplor dengan karakternya sekaligus dengan lawan mainnya. Menghasilkan chemistry yang kuat sekaligus membuat penonton percaya bahwa apa yang mereka tonton adalah sesuatu yang 'nyata'. Namun terlebih dari itu semua, kekuatan aktor justru lebih diuji lagi ketika dia dipaksa menjadi One Man Show nyaris sepanjang film. Hanks kembali membuktikan kemampuannya di film ini. Berperan sebagai eksekutif Fed-Ex yang mengalami kecelakaan pesawat dan berhasil selamat, namun terdampar di sebuah pulau kecil tak berpenghuni, hanya berbekal dengan paket-paket yang juga ikut selamat dan sebuah bola voli. Aktingnya bahkan lebih ngeri lagi dibandingkan dengan Forrest Gump dan Philadelphia, menurut hemat gue. Saking ngerinya, gue bahkan cukup nonton sekali saja. Cukup sekali saja. Ngeri, man!
Fave Quotes : “We live and we die by the clock, that's all we have. “


  1. The Green Mile (1999)
Faktanya, salah satu film favorit gue sepanjang masa : The Shawshank Redemption awalnya akan diperankan oleh Hanks, namun karena bentrok jadwal dengan Forrest Gump, maka ia digantikan oleh Tim Robbins. Frank Darabont akhirnya berhasil bekerja sama dengan Hanks di The Green Mile, sebuah drama supernatural yang berkisah mengenai kehidupan di The Green Mile, sebuah penjara khusus bagi tahanan pidana mati. Dengan durasi lebih dari 3 jam, kekuatan utama ada di Darabont yang selalu bisa menarik sisi kemanusiaan di tengah lingkungan yang tak terduga dan tentu saja, Hanks sebagai Paul Edgecomb dan chemistrynya dengan Michael Clarke Duncan. Amazingly touched, dan durasi selama itu gak kerasa sama sekali.
Fave Quotes : “On the day of my judgement, when I stand before God, and He asks me why did I kill one of his true miracles, what am I gonna say? That it was my job? My job?”


  1. The Terminal (2004)
Bayangkan, ketika lo lagi mengawang-awang di atas awan, sesuatu yang buruk terjadi di negara lo. Perang saudara yang membuat semua negara menolak kewarganegaraan lo sampai semuanya jelas. Dan lo tiba di sebuah negara asing nan dingin, tanpa tahu penyebab kenapa elo dilarang masuk ke negara mereka, tapi juga gak bisa balik ke negara lo karena gak ada satupun pesawat kesana. Apa yang akan lo lakukan? Itulah yang terjadi sama Viktor Navorski. Let’s face it, Stephen Spielberg buat gue kadang terlalu overrated, tapi film ini bisa jadi adalah satu-satunya film favorit gue dari beliau. Sederhana, manis, humble, dan indah. Dan Hanks membuat semuanya terasa begitu istimewa.
Fave Quotes : “Is home. I am not afraid from my home.”


  1. Saving Private Ryan (1998)
Another favorite movie from Spielberg – Hanks, and also one my most fave war movie. Yang pertama, gue menganggap sinematografinya megah dan mewah banget. Terutama adegan awal yang memang bener-bener breathtaking dan masih menghantui gue sampe saat ini. Kedua, ya Hanks sebagai Captain Miller yang memimpin pasukannya dalam mencari dan menyelamatkan Ryan. Dan, seperti biasa, Hanks bisa membawa air mata gue berderai-derai di bagian klimaks. Dan sebagai anak yang lahir dan besar di lingkungan TNI-AD...yea, gue bisa sangat mengerti pergulatan batin masing-masing tokohnya. Bisa banget.
Fave Quotes : “We’re not here to do descent thing, we’re here to follow fucking orders!”


  1. Captain Phillips (2013)
Drama thriller tegang besutan Paul Greengrass yang mulai main di bioskop hari ini, kalian bisa baca review gue di (masukkin link Layar Tancep). And as I said, Hanks kembali mengeluarkan akting terbaiknya, sedikit kombinasi dari Saving Private Ryan dengan Cast Away, penuh sentuhan kemanusiaan yang membuat gue merinding. Hanks kembali membuai gue dan membuat gue teringat akan kisah cinta pada pandangan pertama gue sama film, tepat 8 tahun yang lalu.

Dan deretan filmnya masih banyak lagi. Gue suka aktingnya di Apollo 13, You’ve Got The Mail, Catch Me If You Can, Road To Perdition walau gak sampai masuk ke dalam daftar paling favorit gue. Too be honest, era Hanks gue berakhir ketika beliau memerankan Robert Langdon di The DaVinci Code, yang gue rasa terasa begitu dingin dan kaku. Dan gak Hanks banget. Next, gue akhirnya kembali memasukkan The Ladykiller, Extremely Loud and Incredibly Close, Cloud Atlas, dan Saving Mr. Banks ke dalam daftar wajib tonton gue. Dan walaupun pesimis Toy Story bakalan dibuat sekuel lagi, gue tetap menantikan suara Woody kembali mengisi kenangan manis masa anak-anak gue.

In the end, gue bahkan ga tahu harus mengakhiri tulisan ini dengan apa. But I just want to sharing how big was Hanks’s impact to me, to my life. For me, he was like a father, another father tin the different universe, with his wise smile, full of understanding, who made me believe that life is like a box of chocolate. It might still chocolate but you’ll never know whether you like the flavors or just simply asking yourself why the fuck you choose it anyway.

But never regret it. Never ever regret it.

0 komentar: