Review : [Event] : What's Next After Blogging

17.54 Indanavetta 2 Comments



Semuanya berawal ketika sebuah mention dari @nataninuniverse di twitter saya. Nathan, seorang teman sesama movie blogger yang saya kenal via social media sebuah grup pecinta film, mengajak saya untuk ikut serta dalam sebuah workshop "What's Next After Blogging" yang diadakan oleh Muvilla. Sebagai seseorang yang ingin dikenal movie blogger, walau baru memulai ngeblog selama kurang lebih 3-4 bulan yang lalu, saya kemudian sangat tertarik ikut, terutama karena pembicara-pembicara yang akan sharing pengalaman mereka merupakan nama-nama yang juga sudah saya kenal.

Bertempat di Kineforum, TIM pada tanggal 2 Desember 2012, jam 2 siang, acara yang merupakan bagian dari Festival Sinema Prancis 2012 (yang akan berlangsung tanggal 8-10 Desember 2012) ini dipandu oleh mbak Luvie Melati. Para pembicaranya pun merupakan orang-orang yang punya kaliber di dunia blogging. Seperti misalnya mas Haqi Ahmad, yang melalui blognya kini lebih dikenal sebagai penulis skenario. Ada pula mbak Gina S. Noer yang kini terkenal dengan serial TV Duet bersama sang suami, Salman Aristo (yang datang juga kemarin, by the way. Saya harus menahan keinginan untuk bernorak-norak gembira), yang menggunakan berbagai macam media blog untuk mengekspresikan diri. Lalu ada mas Angga yang kini tergabung dalam tim Muvilla.com. Selama kurang lebih 2 jam, diadakan diskusi dan sesi tanya jawab, yang bagi seorang blogger amatir seperti saya merupakan sebuah acara yang mengasyikkan sekaligus membuka wawasan saya lebih luas mengenai dunia blogging.

Dari sharing kemarin, ada banyak poin yang saya catat sebagai bahan pembelajaran. Poin paling penting ketika kita ingin menjadikan blog ini sebagai media yang kuat, kita harus mencari sebuah networking yang solid. Misalnya seperti mas Haqi yang mengirimkan link blognya kepada banyak filmmaker. Dengan adanya networking ini juga membuat kita bisa terus berkembang, adanya sesama teman movie blogger yang akan ikut memberikan pandangannya terhadap film yang kita review, sangat membantu kita untuk membuka wawasan.

Which, lead us to another point : "Find your personal and unique point of view, and then, share it." Ada alasan kenapa nama seorang Raditya Dika menjadi begitu besar. Semua blogger ingin menjadi Raditya, mengadaptasi gayanya hampir sama persis, namun mereka lupa, alasan kenapa Raditya menjadi begitu 'besar' dikarenakan dia memiliki sudut pandang yang begitu khas dan unik. Hal ini pula yang berlaku dalam dunia kepenulisan review film. Kini ada begitu banyak blog film, namun 1 hal yang sangat membedakan 1 blog dengan blog lainnya adalah sudut pandang dalam penulisan review tersebut. Penting untuk mencari sudut pandang unik kita lalu mengolahnya menjadi sebuah kekuatan yang akan membuat orang-orang berkunjung di blog kita.

And then, you have to be consistent, seperti yang ditekankan oleh mbak Gina dan mas Angga. Kita sudah memilih blog ini sebagai media untuk menyampaikan banyak hal, terutama film. Kita harus menjaga energi dalam menulis apa yang kita suka, dan energi inilah yang menjadi kunci penting apakah blog kita akan terus 'hidup' atau tidak.

Satu poin penting yang saya catat dalam workshop ini adalah, kita harus tahu persis apa yang kita tulis dan bertanggung jawab untuk itu. "Untuk menulis review film gak perlu lebih pintar dari kreator, tapi referensi harus kaya, argumentasi harus kuat.", kata mas Angga. Dan bukankah ini semua hal yang paling menyenangkan dalam proses penulisan review? Bagi saya, setidaknya. Karena menulis review bukan hanya sekedar menulis apa yang kita rasakan mengenai film tersebut, ada sebuah proses belajar kembali dalam mencari referensi di balik pembuatan film tersebut. Menyenangkan bukan?

Terakhir, we have to be honest. Jujur ini penting, bukan hanya dalam tulisan namun attitude. Dan dari workshop ini saya belajar bahwa sekedar mengkritik itu tidak cukup. Harus punya argumentasi yang kuat yang mendasari kritik itu, lalu juga memiliki attitude yang menyenangkan. Tidak mudah mengemas kritik dalam sebuah tulisan yang menyenangkan untuk dibaca, tapi kalau kita tahu persis apa yang kita tulis, percaya deh, semua orang akan tahu bahwa kita punya integritas. Darisanalah, blog kita sebagai identitas sekaligus brand menjadi terkenal.

Terima kasih banyak untuk sharing ilmunya kemarin. Saya sebagai seorang movie blogger amatir dapat banyak sekali pengetahuan baru, yang membuka wawasan saya. Bahwa dari media blog bisa membuka banyak jalan baru, bahwa blog punya kekuatan dalam menyuarakan pendapat kita. Penting sekali untuk mempunyai tujuan dari blog kita, tapi jangan lupakan proses perjalanan dan pembelajarannya. Terima kasih banyak untuk Muvilla yang sudah mengundang saya. Terima kasih Mas Haqi, Mbak Gina, dan mas Angga.
And I will closed this writing with a quote from mas Salman Aristo, "What's next after blogging? Could be a revolution."


2 komentar: